Bagaimana rasanya berada dalam situasi-situasi yang sulit?
![]() |
Banyak hal yang
membuat seseorang berada dalam posisi yang sulit. Baik dalam menentukan keputusan,
pilihan, atau menyatakan sikap dalam sebuah keadaan.
Bagi sebagian besar orang,
ketidaksanggupan menentukan atau menyatakan sebuah pilihan sikap tertentu, tidak
sedikit menimbulkan kepanikan. Tidak jarang, justru terjatuh dalam kubang jalan buntu yang gelap.
Dalam lingkaran
situasi yang sulit, ketika pikiran sudah sulit menangkap ide-ide baru atau
pemecahan masalah, pada akhirnya akan memunculkan apa yang disebut oleh Herbet
Benson dengan daur ulang kecemasan.
Dan perlu diketahui, ini bisa mengganggu stabilitas kesehatan
.
Dan perlu diketahui, ini bisa mengganggu stabilitas kesehatan
.
Pada pagi hari yang
dingin misalnya, barangkali ketika Anda terbangun, wajah anda terasa murung dan berat dipikul. Dan tiba-tiba pikiran sudah
bergolak. Penuh dengan serbuan dan kejutan akan kejadian-kejadian dan suasana
di hari kemaren dan sebelum-sebelumnya.
Makan mulai tidak enak, pikiran mulai tidak nyaman, dan perasaan yang tidak enak dikecap. Giliran selanjutnya, barangkali Anda menjadi lebih sentimentil, dan reaktif menanggapi sekitar. Baik pada keluarga maupun lingkungan pergaulan.
Bisa saja, sedikit-sedikit Anda jadi serba reaktif yang memacu adrenalin emosi; marah tanpa alasan, maupun orang-orang di sekitar Anda seperti memusuhi, bahkan seakan selalu bertindak yang tidak baik terhadap diri Anda.
Makan mulai tidak enak, pikiran mulai tidak nyaman, dan perasaan yang tidak enak dikecap. Giliran selanjutnya, barangkali Anda menjadi lebih sentimentil, dan reaktif menanggapi sekitar. Baik pada keluarga maupun lingkungan pergaulan.
Bisa saja, sedikit-sedikit Anda jadi serba reaktif yang memacu adrenalin emosi; marah tanpa alasan, maupun orang-orang di sekitar Anda seperti memusuhi, bahkan seakan selalu bertindak yang tidak baik terhadap diri Anda.
Ya, inilah efek akumulasi dari aspek psikis yang sedang tidak stabil. Dalam riset Herbet, jika suasana ini berkelanjutan, efeknya akan berdampak pada fisik. Bisa saja kemudian anda mengalami sakit punggung, migren, hipertensi, dan lain sebagainnya.
Penelitian Herbet termasuk
luar biasa menarik di bidang kesehatan. Secara pribadi ia mengakui, hasil-hasil
risetnya akan sulit diterima secara kedokteran modern. Ini disebabkan kajian
risetnya melampaui apa yang ia sebut dengan melampaui
batas-batas rasional.
Lihat saja, misalnya bagaimana mungkin penyakit seperti hipertensi, tidak disebabkan oleh kuman penyakit? Akan tetapi, disebabkan oleh dimensi pikiran? Dan salah satu aspek pengobatannya, melalui teknik relaksasi? Ini tentu tidak bisa diterima secara kaidah ilmiah medis.
Lihat saja, misalnya bagaimana mungkin penyakit seperti hipertensi, tidak disebabkan oleh kuman penyakit? Akan tetapi, disebabkan oleh dimensi pikiran? Dan salah satu aspek pengobatannya, melalui teknik relaksasi? Ini tentu tidak bisa diterima secara kaidah ilmiah medis.
Namun demikian, Herbet sendiri sudah menemukan kaitan antara kinerja antara pikiran dan timbulnya penyakit-penyakit tertentu. Setidaknya, hal ini
bisa dilihat dari hasil penelitiannya tentang pasien-pasien yang tiba-tiba
sembuh, meski secara medis didiagnosis tidak akan bertahan beberapa bulan ke
depan.
Namun faktanya, pasien-pasien yang sudah diklaim usianya tersebut, bisa sembuh permanen secara misterius. Inilah mengapa, Herbet—yang ahli bedah, lulusan Harvard, terjun meneliti fenomena aneh itu.
Atau, sembuhnya penyakit pasien hanya dengan memberinya obat palsu, sejenis obat yang sebenarnya tidak berisi obat. Tetapi hanya obat akal-akalan dokter, karena setelah diteliti, pasien tidak sedang bermasalah dengan kesehatannya. Namun pasien bersikeras sedang sakit. Dalam kedokteran, pemberian obat palsu ini dikenal dengan efek plasebo.
Namun faktanya, pasien-pasien yang sudah diklaim usianya tersebut, bisa sembuh permanen secara misterius. Inilah mengapa, Herbet—yang ahli bedah, lulusan Harvard, terjun meneliti fenomena aneh itu.
Atau, sembuhnya penyakit pasien hanya dengan memberinya obat palsu, sejenis obat yang sebenarnya tidak berisi obat. Tetapi hanya obat akal-akalan dokter, karena setelah diteliti, pasien tidak sedang bermasalah dengan kesehatannya. Namun pasien bersikeras sedang sakit. Dalam kedokteran, pemberian obat palsu ini dikenal dengan efek plasebo.
Mengatasi Situasi Sulit
Lalu bagaimana
mengatasi keadaan-keadaan yang sulit? Bagi Herbet, situasi yang sulit bisa
diatasi melalui teknik respon relaksasi diri. Teknik ini awalnya bermuara pada
teknik meditasi populer di barat, yang dikenal dengan TM (transendental meditation).
![]() |
| buku Herbet Benson |
Dengan teknik ini pula, bisa menyelesaikan beberapa penyakit, yang sebenarnya bermuara dari soal-soal yang sifatnya psikologis dan pikiran.
Rasanya, pengen
segera menyelesaikan membaca buku satu ini, yang versi bahasa Indonesia-nya sudah
lama tersedia di pasaran.
Hanya saja, saya membacanya tidak sampai habis. Perlu dicerna-cerna sedikit. Ya tidak seperti membaca sebuah novel tentunya. []
Hanya saja, saya membacanya tidak sampai habis. Perlu dicerna-cerna sedikit. Ya tidak seperti membaca sebuah novel tentunya. []


0 comments:
Poskan Komentar