7.11.11

Keluar dari Situasi Sulit


Bagaimana rasanya berada dalam situasi-situasi yang sulit? 


 

Banyak hal yang membuat seseorang berada dalam posisi yang sulit. Baik dalam menentukan keputusan, pilihan, atau menyatakan sikap dalam sebuah keadaan. 

Bagi sebagian besar orang, ketidaksanggupan menentukan atau menyatakan sebuah pilihan sikap tertentu, tidak sedikit menimbulkan kepanikan. Tidak jarang, justru terjatuh dalam kubang jalan buntu yang gelap.

Dalam lingkaran situasi yang sulit, ketika pikiran sudah sulit menangkap ide-ide baru atau pemecahan masalah, pada akhirnya akan memunculkan apa yang disebut oleh Herbet Benson dengan daur ulang kecemasan.

Dan perlu diketahui, ini bisa mengganggu stabilitas kesehatan
.

Pada pagi hari yang dingin misalnya, barangkali ketika Anda terbangun, wajah anda terasa murung dan berat dipikul. Dan tiba-tiba pikiran sudah bergolak. Penuh dengan serbuan dan kejutan akan kejadian-kejadian dan suasana di hari kemaren dan sebelum-sebelumnya.

Makan mulai tidak enak, pikiran mulai tidak nyaman, dan perasaan yang tidak enak dikecap. Giliran selanjutnya, barangkali Anda menjadi lebih sentimentil, dan reaktif menanggapi sekitar. Baik pada keluarga maupun lingkungan pergaulan.

Bisa saja, sedikit-sedikit Anda jadi serba reaktif yang memacu adrenalin emosi; marah tanpa alasan, maupun orang-orang di sekitar Anda seperti memusuhi, bahkan seakan selalu bertindak  yang tidak baik terhadap diri Anda.

Ya, inilah efek akumulasi dari aspek psikis yang sedang tidak stabil. Dalam riset Herbet, jika suasana ini berkelanjutan, efeknya akan berdampak pada fisik. Bisa saja kemudian anda mengalami sakit punggung, migren, hipertensi, dan lain sebagainnya.

Penelitian Herbet termasuk luar biasa menarik di bidang kesehatan. Secara pribadi ia mengakui, hasil-hasil risetnya akan sulit diterima secara kedokteran modern. Ini disebabkan kajian risetnya melampaui apa yang ia sebut dengan melampaui batas-batas rasional. 

Lihat saja, misalnya bagaimana mungkin penyakit seperti hipertensi, tidak disebabkan oleh kuman penyakit? Akan tetapi, disebabkan oleh dimensi pikiran? Dan salah satu aspek pengobatannya, melalui teknik relaksasi? Ini tentu tidak bisa diterima secara kaidah ilmiah medis.

Namun demikian, Herbet sendiri sudah menemukan kaitan antara kinerja antara pikiran dan timbulnya penyakit-penyakit tertentu. Setidaknya, hal ini bisa dilihat dari hasil penelitiannya tentang pasien-pasien yang tiba-tiba sembuh, meski secara medis didiagnosis tidak akan bertahan beberapa bulan ke depan.

Namun faktanya, pasien-pasien yang sudah diklaim usianya tersebut, bisa sembuh permanen secara misterius. Inilah mengapa, Herbet—yang ahli bedah, lulusan Harvard, terjun meneliti fenomena aneh itu.

Atau, sembuhnya penyakit pasien hanya dengan memberinya obat palsu, sejenis obat yang sebenarnya tidak berisi obat. Tetapi hanya obat akal-akalan dokter, karena setelah diteliti, pasien tidak sedang bermasalah dengan kesehatannya. Namun pasien bersikeras sedang sakit. Dalam kedokteran, pemberian obat palsu ini dikenal dengan efek plasebo.



Mengatasi Situasi Sulit
Lalu bagaimana mengatasi keadaan-keadaan yang sulit? Bagi Herbet, situasi yang sulit bisa diatasi melalui teknik respon relaksasi diri. Teknik ini awalnya bermuara pada teknik meditasi populer di barat, yang dikenal dengan TM (transendental meditation).

buku Herbet Benson
Herbet menyatakan, yang perlu dilakukan adalah dengan terlebih dahulu haruslah memutus muasal daur kecemasan terjadi.

Dengan teknik ini pula, bisa menyelesaikan beberapa penyakit, yang sebenarnya bermuara dari soal-soal yang sifatnya psikologis dan pikiran.

Rasanya, pengen segera menyelesaikan membaca buku satu ini, yang versi bahasa Indonesia-nya sudah lama tersedia di pasaran.

Hanya saja, saya membacanya tidak sampai habis. Perlu dicerna-cerna sedikit. Ya tidak seperti membaca sebuah novel tentunya. []
               
               

0 comments:

Poskan Komentar