27.10.11

sepulang dari dua pertemuan dua laut apakah ia masih mengunyah nyala?


i
bagaimana mula Engkau
mengawali denyut?
jika yang
Kau pinta bungkam
bakal membekap
sekam hujan
di kepala?
bukan kami menerkam hingga
gerahMu menggeliat serupa bara
yang api, jangan Kau pulang dulu
sebelum yang gerimis
amis ini reda, sebab kami
hanya segetas tunas
yang lamat dari menara. denyut ini
adalah segumpal

ii.
masih bertanya
banyak sebanyak
yang Kau pinta enyah
dari kunyah
yang tergetar
dan
ber
putar

iii.
ataukah
sekam ini
memang tak perlu ditanya?
mungkinkah ia hanyalah bait sedap
dari lelaki berkacamata?
bukan dari pemabuk yang rubuh di sebrang?
amboi

iv.
betapa temaram ini
memang sekuntum
berdentum-dentum

v.
bila begitu
Kau membuat kami
makin
tak sabar pulang
dari alang kepalang?

vi.
karena kami mungkin terlalu fanatik membaca
ketimbang memamah yang makin lemah di tanah
10 Juli 2009



BELALANG BELULANG

sebasah sungai ciliwung
kau membuka mata,
dan pintu-pintu, serta jendela-jendela                                                      
mengeluarkan suara?
mengatakan pada mereka, mereka mengenalmu
lebih sekedar dari lipatan jari-jemari orang mati?

itulah belalang dan belulang

yang selalu singgah
di halaman
serupa air
yang tak lagi mengalir
2009



Tidak ada komentar:

Posting Komentar