7.10.08

“apakah detak memiliki denyut?”

“apakah detak memiliki denyut?”

melihat yang datang dan yang pergi
;yang datang, tumbuh hiruk pikuk
yang pergi, menyisakan lengang

bermuara kemudian patah satu-satu
tergemgam atau terlepas
dan dilepas,

di situ, saat-saat ia datang
di mana,
kala menghilang?
serba-serbi mengisi basa-basi
tak basi-basi.

hingga sunyi retak,
diambil para pujangga.
dan para filosof mengaisnya
dengan susah payah.
atau para sufi yang berdiam diri
memungut dengan tabah.

apakah lengang dan hiruk pikuk
adalah detak yang berdenyut?
Surabaya, 06, Oktober 2008

Tidak ada komentar:

Posting Komentar