1.8.08

"doa"

mengamini detak
jantung ternyata bernyawa
di sekujur tubuh. Kota.

mengamini per wajah yang tersirat
maunya. maumu. mauku. mau mereka
mekarnya
padam?

berapi-api di penghujung
segala sesuatu membau
batu?

sungguh, padamkan api unggun
gelap gulita masih.
masih?

dan, di tepian
buih kembali ke pinggiran landai pantai

di mana segala sesuatu
mengalun ke perdikan-Mu?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar