12.7.08

"ruh"


“ruh”
akulah sunyi, yang tak pernah retak
akulah matahari, yang tak kunjung padam
akulah waktu, yang tak menyimpan jarak

akulah denting, yang tak berdenting
akulah luka, yang tak terluka
akulah kematian, yang tak pernah mati

akulah badai, pun sepoi
akulah sepi, pun hiruk pikuk
akulah lengang, pun hilir mudik

tikaman, tak membunuhku
cinta, tak menghebohkanku
pujian, tak melunturkanku

akulah, yang membuatmu kuat
karena akulah kekuatan
akulah, yang membuatmu tegak
karena akulah sandaran

akulah, yang membuatmu bugar, membuatmu seketika gagah
sebab akulah utusan.
Akulah mulut, telinga, dan suara
melapisi telinga, mulut, mata, hati, dan akalmu.

akulah,
penjaga,
segala sesuatu.
Surabaya Juni 2008

Tidak ada komentar:

Posting Komentar