21.5.08

"panggilan jiwa"


selongsong peluru waktu benar-benar tembus
gemeretak darah tak beku-beku
rasanya seperti dipaku benalu

orang-orang berkata, ia telah mati
justru sketsa ada karena darah tak jua kering bersimbah, sahut yang lain
sebab, darah itulah jiwa
masa silam tak pernah mati
hingga masa datang terancam berziarah

karena jiwa tak pernah tumpul?

di bilik sunyi sesuara memanggil menelisik
berdansa bagi api
meledak,

inikah yang namanya panggilan jiwa?
tak bisa dibunuh?

raungannya, memecahkan tembok-tembok kamar. Gresik 2008

Tidak ada komentar:

Posting Komentar