29.2.08

“putri kedaton”



Malam tak seberapa tinggi. Sudah lama menunggu, kumpulan manusia tambah mengumpul memusat di tempat ini. Beberapa saat, satu kumpulan kecil disertai sorotan cahaya kamera memasuki gerbang. Kumpulan manusia mengumpul mengilir pada satu pusatan kumpulan kecil ini. Di antara kumpulan kecil, satu sosok perempuan menjadikan seluruh pusat tertuju jadi satu.

Dari bisik-bisik sekitar, dialah Putri Kedaton. Pelataran pertemuan Senopati Mataram dan Putri Kidul kian semarak. Sepotong daging ayam persembahan 1 suro terasa hambar tanpa bambu dikecap bibir. Justru aroma kemenyan menyepul dan masuk di tenggorokan. Hampir saja muntah, jika saja belum muncul penampakan perempuan ini. Di balik temaram cahaya, wajahnya memang terujar mulus. Sorot matanya yang menunduk menjamah sesajen begitu halus digerakkan. Luar biasa. Sangat dalam perawakannya.

Putri Kedaton. Sisa-sisa legenda selebritis masa bahuli. Sungguh, mungkin dia memang pesolek dengan memulus keseluruhan tubuhnya menjadi mulus. Akan tetapi, dia tidak seperti pesolek layaknya zaman kekinian. Lihatlah, betapa puitis sorotan di matanya. Sedemikian halus ritmik di sela-sela gerak-gerik. Mungkin itulah bedanya. Putri zaman bahuli, kehalusan dan kemulusannya disertai dengan rekatan kekuatan filosofis. Paduan antara lekuk tubuh kemudian terpadu dengan lekuk halus sukma.

Konon, sang putri kedaton selain memiliki catatan kosmetik tubuh rahasia berupa luluran, pun menyimpan catatan kosmetik sukma khusus. Dua bahan kosmetik ini, lalu diselaraskan dengan berbagai laku akurat hingga tampil detil keakuratannya.

Masih terkurat dalam ingatan, tentang bahasan catatan rahasia luluran sukma para putri itu di suatu kala oleh seorang Jawais kala itu. Setidaknya, ada empat ramuan luluran. Dia menyebutnya empat ramuan rahasia, amongrogo, amongroso, amongboyo, amongmitro. Keempat ramuan ini diaduk-aduk, kemudian dimasukkan ke serat-serat syaraf kesadaran.

Pertama, amongrogo. Amongrogo diramu khusus bagian fisik melalui luluran istimewa, dunia kian modern, ucapnya, di mana saja kita bisa melakukannya. Kedua, amongroso. Amongroso diaduk, dan diolah sehingga syaraf kesadaran selalu menjaga terlindungnya rasa dari sentuhan ragam penyakit, putri masakini, tuturnya kalem, makin kosmetikan tambah rusak. Makanya, perlu nambah ramuan ini. Sebab, sumber cantik ada di sini sehingga terjaga utuh keterjagaannya. Ketiga, amongboyo. Amongboyo, mengerti yang membahayakan diri dan orang lain. Ramuan ini membuat setiap yang di dekatnya terlindung. Putri masakini, lebih banyak menggunakan bedak keangkuhan, pamer, dan menang sendiri. Cantiknya membias tapi tidak meresap. Cantiknya membuai mata, tidak memukau mendalamnya jiwa. Keempat, amongmitro. Amongmitro, mengerti berharganya persahabatan. Seorang Putri Kedaton, sangat memaknai dalamnya persahabatan, baik dengan manusia, dan segala makhluk di jagad raya dan segala isinya, putri masakini sibuk dengan dirinya sendiri. Makanya,ramuan kosmetikan meramu dirinya malah menua dengan urat wajah makin berurat jelas.

Putri Kedaton? Kaukah itu? []

Tidak ada komentar:

Posting Komentar