23.12.07

epilog;

epilog;

Dari jauh melihat-Mu
Dari deket tidak jarang terlupakan
Jarak, ruang dan waktu membekas kabut-kabut yang menusuk
Betapa memang mengenal-Mu
Saat-saat tersadar, betul-betul merasa tidak pernah mengenal

Kala waktu-waktu mendesak dan membunuh
Kau berupaya menemui
Dan diri berusaha berlari

Betapa indah bertemu dengan-Mu
Semuanya berjalan tanpa bahasa
Tapi bahasa begitu mengenal

Saat-saat berlari-lari kecil di persimpangan kota
Saat-saat jejak-jejak mulai tak menyisakan bekas
Kau begitu setia hadir dan membentak

Sesungguhnya,
Tak ada yang benar-benar membuat begitu sentimentil
Tak ada yang benar-benar membuat begitu perkasa
Kau menamparku begitu keras, memaksa untuk tunduk menyerah

Sesungguhnya,
Ingin menampar wajah-Mu
Namun, semuanya berjalan tanpa bahasa
Tapi bahasa begitu mengenal

Lalu ingin katakan;
tak benar-benar jatuh
benar-benar telah bangkit
Kau telah membuat segalanya serba ambigu
Dan berhenti di perhentian itu;
Menyerah.[]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar