4.9.07

ruang absuditas

Ruangruang menikam dan membentur

Entah apa yang sedang ada dan terjadi. Segala hal serba absurd dan ambigu. Mungkin ini suatu bentuk yang kalap menjalani suatu hal. Dan memang demikian adanya. Hanya satu kalimat yang tepat menggambarkannya, “absurditas”.
Mungkinkah perjalanan ini akan berakhir absurd? Mungkinkah tidak ada jalan leluasa yang terbuka pintu lebar-lebar? Oh, duhai yang Mahakuasa, buka pintu itu lebar-lebar sehingga leluasa bernaung dan memijak. Semuanya serba gelap terasa dijalani. Sesungguhnya apa arti semua ini? Dan apakah akan memiliki makna, arti dan?
Oke. Baiklah. mari kita coba ngobrol sama Jin Ifrit yang sedang mendekam dibalik gelap. Sebab bagaimana pun ia hanyalah utusan tangan kiri-Nya. Dan aku sedang menginjak di tanah itu. Dan mustahil menanyakan hal ini pada malaikat atau pun pada kalangan putih kanan nan suci. Mereka bukan bidangnya. Kegelapan adalah bidang para Jin dan iblis.

Selamat pagi Hei Jin Ifrid! Bagaimana kabarmu?

Jangan sok bertanya kabar padaku selain kabar buruk dari yang terburuk, dan jangan menyangka mendapat solusi terbaik karena semua solusiku adalah yang terburuk.

Apa maksudmu dengan terburuk?

Keburukan yang menjadikan hal-hal menjadi buruk karena dipahami buruk.
Apa itu buruk?

Buruk? Apa itu buruk?? Hua..haha!!! pertanyaan egois! Aku tak mau menjawabnya..hahaha!!!

Bangsat kamu!!

Tepat!

Ah, menyesal memakimu sedemikian

Penyesalan yang bagus! Kau mesti menyesal terus-menerus demi masa depan
Memangnya ada hubungannya dengan masa depan? Dan apa kaitannya denganku?
Masa depan yang kacau. Kacau karena dikacau-kacaukan.

Siapa yang mengacau keburukan?

Tentu saja keburukan

Apakah keburukan?

Hal paling buruk adalah caramu bertanya dan banyaknya pertanyaanmu itu. Goblok!

Goblok? Apakah itu kamu?

Kamu benar-benar tidak becus jadi manusia. Pergilah!

Apakah aku layak untuk pergi?

Bodoh! Tentu saja! Selama kamu masih mempertanyakan itulah sebodoh-bodohnya kebodohan! Ngalah-ngalahin aku saja! Pergilah!

Dasar bodoh!

Hua..hahaha!! Aku suka itu! Sangat suka!
Kebodohan…, apabila kau menjalaninya dengan lapang itu membahayakan. Sebab merupakan kerugian besar bagiku. Apalagi jika lalu diselami lebih dalam sehingga lambautlaun mengerti apa itu kebodohan dan kenapa harus ada kebodohan. Aku muak melhat orang mengalami berkali-kali kebodohan lalu tiba2 ia mengerti artinya. Malu aku. Itu memalukan. Andai saja dunia satu atap pun, rasa malu itu takkan pernah habis

Tidak ada komentar:

Posting Komentar