9.8.07

HINGGA TAK BERBUNYI

HINGGA TAK BERBUNYI

Andaikan pagi benar-benar bergigi

Maka, buat apa menggigit jari?

Jari-jemarmu melengking

Bertaut memagar hening

Sesungguhnya,hingga kini menunggu tak beku

Pembekuan tak beku-beku

Temaram rautmu masih seperti dulu

Meski masih berpalu

Sebenarnya, masih tersimpan keraguan meragu

Kala terikmu membuat tungku

Lalu, apakah masih menyisakan keunguan?

Ya, andaikan pagi benar-benar berbagi

Akan segera menepi

Lelah tak dinanti

Hingga tak berbunyi. []

Tidak ada komentar:

Posting Komentar